I LOVE YOU FOREVER
(ROMANCE)
JUDUL: I LOVE YOU FOREVER
AUTHOR: Kim HyeKyung
CAST: – kim youngbin
- Cho soohyun
OTHER CAST: find it…
GENRE: Romance, Humor (maybe^^)
LENGHT: Oneshoot
AUTHOR: Kim HyeKyung
CAST: – kim youngbin
- Cho soohyun
OTHER CAST: find it…
GENRE: Romance, Humor (maybe^^)
LENGHT: Oneshoot
I’m
back!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Aku bawa after storynya I love you forever nih. Semoga ini lebih menarik ya!!!!! Jangan lupa comment dan likenya ya J aku terinspiransi dari kehidupan nyata aku ada seorang cowok di kls aq ganteng banget aq jatuh cinta sama dia mungkin mustahil sih maka nya aq buat ff ini doain yah semoga cerita ff ini terjadi di dunia nyata dan dapat tuh cowok ..... langsung aj daripada autor curhat mulu langsung baca aj .... happy reading!!!!
Aku bawa after storynya I love you forever nih. Semoga ini lebih menarik ya!!!!! Jangan lupa comment dan likenya ya J aku terinspiransi dari kehidupan nyata aku ada seorang cowok di kls aq ganteng banget aq jatuh cinta sama dia mungkin mustahil sih maka nya aq buat ff ini doain yah semoga cerita ff ini terjadi di dunia nyata dan dapat tuh cowok ..... langsung aj daripada autor curhat mulu langsung baca aj .... happy reading!!!!
————————————————————————————————————————————–
AUTHOR POV
“Oppa mau
pergi kemana sekarang?” tanya Soohyun yang melihat suaminya youngbin sedang
memakai sepatu.
“Ada rapat sebentar. Tidak apa-apa kan aku tinggal?” tanya youngbin sambil mengelus rambut Soohyun . Soohyun hanya menganggukkan kepalanya.
“Hati-hati dirumah, jangan terlalu capek. Aku akan langsung pulang setelah rapat.” kata youngbin saat berada di depan pintu. “Appa pergi dulu ya!!! Jangan buat eomma kesakitan lagi seperti kemarin. Kau mengerti, kan?” kata youngbin pada perut Soohyun yang membesar karena sedang mengandung sembilan bulan.
“Ne, appa!!!” jawab Soohyun dengan suara yang dibuat-buat.
youngbin lalu menatap Soohyun dan mereka berdua tertawa melihat tingkah Sooyoung yang masih seperti anak kecil padahal sebentar lagi dia akan menjadi seorang ibu.
“Aku pergi dulu. Kalau ada apa-apa telpon aku saja!!!” youngbin mencium kening soohyun lalu pergi menuju tempat parkir.
“Ada rapat sebentar. Tidak apa-apa kan aku tinggal?” tanya youngbin sambil mengelus rambut Soohyun . Soohyun hanya menganggukkan kepalanya.
“Hati-hati dirumah, jangan terlalu capek. Aku akan langsung pulang setelah rapat.” kata youngbin saat berada di depan pintu. “Appa pergi dulu ya!!! Jangan buat eomma kesakitan lagi seperti kemarin. Kau mengerti, kan?” kata youngbin pada perut Soohyun yang membesar karena sedang mengandung sembilan bulan.
“Ne, appa!!!” jawab Soohyun dengan suara yang dibuat-buat.
youngbin lalu menatap Soohyun dan mereka berdua tertawa melihat tingkah Sooyoung yang masih seperti anak kecil padahal sebentar lagi dia akan menjadi seorang ibu.
“Aku pergi dulu. Kalau ada apa-apa telpon aku saja!!!” youngbin mencium kening soohyun lalu pergi menuju tempat parkir.
SOOHYUN POV
Aku langsung
terduduk di depan televisi yang masih menyala setelah mengantarkan youngbin
oppa pergi. Inilah kegiatan yang aku lakukan kalau youngin pergi. Sejak
kandunganku menginjak bulan ke lima, youngbin oppa sudah melarangku untuk
beraktifitas dengan SNSD atau pun aktifitas individu yang menguras tenagaku.
Aku hanya boleh menjadi bintang tamu di acara talk show, itu pun harus bersama
youngbin oppa.
Aku akui semua ini memang membosankan. Apalagi untuk aku yang biasanya memiliki segudang jadwal yang menguras tenaga. Tapi mau bagaimana lagi, sekarang aku sedang mengandung. Jadi aku harus menerima konsekuensinya.
“Apa tidak ada acara yang lain? Semua acara-acara ini membosankan!!!” keluhku saat melihat acara di televisi yang sama sekali tidak menarik perhatianku.
“Kapan yongbin oppa akan pulang?” kataku. Padahal aku tahu dengan jelas kala youngbin baru pergi tidak lebih dari empat puluh menit yang lalu. “Tadi dia bilang aku boleh menelponya, kan?” aku langsung mengambil ponselku yang tergeletak dia atas meja.
Aku mencari-cari nomer ponsel youngbin oppa. Begitu menemukannya aku langsung menekan tombol hijau untuk menelpon.
Aku akui semua ini memang membosankan. Apalagi untuk aku yang biasanya memiliki segudang jadwal yang menguras tenaga. Tapi mau bagaimana lagi, sekarang aku sedang mengandung. Jadi aku harus menerima konsekuensinya.
“Apa tidak ada acara yang lain? Semua acara-acara ini membosankan!!!” keluhku saat melihat acara di televisi yang sama sekali tidak menarik perhatianku.
“Kapan yongbin oppa akan pulang?” kataku. Padahal aku tahu dengan jelas kala youngbin baru pergi tidak lebih dari empat puluh menit yang lalu. “Tadi dia bilang aku boleh menelponya, kan?” aku langsung mengambil ponselku yang tergeletak dia atas meja.
Aku mencari-cari nomer ponsel youngbin oppa. Begitu menemukannya aku langsung menekan tombol hijau untuk menelpon.
‘Yeoboseyo’
kataku.
‘Ne, Soo-ah. Ada apa?’ tanya youngbin oppa.
‘Apa kau bisa pulang sekarang?’ kataku memohon.
‘Aku baru sampai, mana mungkin aku langsung pulang?’ katanya di seberang telpon.
‘Tapi aku ingin makan bersama dengan oppa.’
‘Memangnya tidak bisa kalau kau makan sendiri? Rapatnya mungkin akan agak lama.’
‘Kalau kau tidak pulang sekarang aku tidak akan makan sampai oppa pulang’ kataku mengancamnya. Berharap dia akan pulang.
‘Mana boleh kau tidak makan sampai aku pulang? Bisa-bisa kau akan membunuh calon anak kita.” Youngbin oppa terdiam sebentar. ‘Baiklah aku akan pulang sekarang.’ aku langsung tersenyum mendengar jawabannya.
‘Ne, Soo-ah. Ada apa?’ tanya youngbin oppa.
‘Apa kau bisa pulang sekarang?’ kataku memohon.
‘Aku baru sampai, mana mungkin aku langsung pulang?’ katanya di seberang telpon.
‘Tapi aku ingin makan bersama dengan oppa.’
‘Memangnya tidak bisa kalau kau makan sendiri? Rapatnya mungkin akan agak lama.’
‘Kalau kau tidak pulang sekarang aku tidak akan makan sampai oppa pulang’ kataku mengancamnya. Berharap dia akan pulang.
‘Mana boleh kau tidak makan sampai aku pulang? Bisa-bisa kau akan membunuh calon anak kita.” Youngbin oppa terdiam sebentar. ‘Baiklah aku akan pulang sekarang.’ aku langsung tersenyum mendengar jawabannya.
Aku langsung
menutup telponku dan menuju dapur untuk memasak makanan yang akan youngbin oppa
makan. Saat aku masih sibuk memasak, aku mendengar suara bel rumahku berbunyi
dan aku langsung membuka pintu.
“Oppa, cepat sekali sampainya!!!” kataku pada youngbin oppa yang sekarang sedang berjalan masuk ke dalam rumah.
“Aku takut kau benar-benar tidak makan kalau aku tidak cepat pulang.” katanya yang berhasil membuatku tersenyum senang karena mendengar pekataannya.
“Tapi makanannya belum matang semua. Kau ganti baju dulu baru kita makan ya!!!” kataku dan langsung dituruti olehnya.
“Oppa, cepat sekali sampainya!!!” kataku pada youngbin oppa yang sekarang sedang berjalan masuk ke dalam rumah.
“Aku takut kau benar-benar tidak makan kalau aku tidak cepat pulang.” katanya yang berhasil membuatku tersenyum senang karena mendengar pekataannya.
“Tapi makanannya belum matang semua. Kau ganti baju dulu baru kita makan ya!!!” kataku dan langsung dituruti olehnya.
AUTHOR POV
Saat
youngbin keluar dari kamar dengan mengunakan baju santai, dia melihat makanan
sudah tertata rapi di atas meja makan.
“Kau masak banyak sekali. Apa ini semua tidak terlalu banyak untuk kita berdua?” tanya Kyuhyun saat melihat makanan yang tertata rapi dihadapannya.
“Siapa bilang ini untuk kita? Aku sudah makan saat oppa mandi tadi pagi.” youngbin menatap Soohyun bingung. “Ini semua oppa yang akan makan” kata Soohyun yang berhasil membuat youngbin sangat kaget.
“Mwo??? Apa maksudmu aku yang harus makan semua ini?” tanya youngbin tidak percaya.
“Ini permintaan bayi kita oppa. Jadi kau harus melakukannya, aku janji ini yang pertama dan terakhir kalinya memintamu memakan makanan sebanyak ini.” kata Soohyun sambil tersenyum manis. Tapi youngbin masih tetap tidak percaya dengan apa yang harus dilakukannya sekarang.
Karena mendengar Soohyun yang terus merajuk, youngbin akhirnya menyerah dan mau memakan makanan yang ada di depan matanya. Tapi belum setengah makanan yang dia habiskan, youngbin sudah tidak sanggup untuk makan.
“Kenapa berhenti?” tanya Soohyun.
“Aku sudah tidak sanggup makan!!!” kata youngbin lemah.
Soohyun yang melihat Kyuhyun sudah tidak sanggup makan bukannya menolong malah tertawa melihat nampyeonnya itu terduduk lemah sambil memeganggi perutnya.
“Kenapa kau selalu menjadikan anak kita sebagai alasan untuk membuatku menjadi seperti ini Soo-ah? Sekarang aku benar-benar sulit mencerna makananku untuk masuk ke dalam perut.” youngbin mengatakannya dengan susah payah. Sementara soohyun masih tetap tertawa dengan keras.
Saat youngbin sudah kembali ke keadaan semula, dia bermaksud masuk ke dalam kamar untuk menelpon member Super Junior yang lain, tapi suara piring pecah mengagetkannya.
“Oppa, tolong aku. Perutku sakit sekali.” suara Soohyun yang kesakitan membuat youngbin langsung berlari menuju dapur untuk menghampiri Soohyun.
“Kau kenapa Soo?” tanya youngbin panik.
“Sepertinya aku akan melahirkan, perutku sakit sekali.” kata Soohyun sambil menggenggam tangan youngbin dengan keras.
youngbin yang panik langsung mengendong Soohyun menuju parkir mobil. Tapi youngbin baru sadar kalau dia tidak membawa kunci mobilnya. “Tunggu. Kunci mobil masih ada dikamar.” youngbin langsung kembali menuju kamar apartemennya dan mengambil kunci mobil yang tergeletak di ruang tamu masih dengan menggendong Soohyun yang sekarang menarik-narik bajunya.
“Cepat!!!” gertak Soohyun. youngbin setengah berlari untuk menuju mobil karena Soohyun yang terus berteriak.
Saat di dalam mobil, Soohyun menyalurkan kesakitannya pada apapun yang ada di sekitarnya. Tidak terkecuali dengan youngbin, Soohyun terus menjambak rambut youngin hingga membuat youngbin tidak bisa mengendalikan laju mobilnya.
“Aaaaahhhhhhhhhhhh…oppa….perutku sakit sekali…!!!!!!!!!!!!!” kata Soohyun sambil terus menjambak rambut youngbin sementara tangan kirinya menggenggam pintu mobil.
“Aku juga kesakitan karena kau terus menjambak rambutku, Soo!!!” kata youngbin dengan suara kesakitan sambil terus berusaha mengendalikan mobilnya.
“KAPAN KITA SAMPAI KE RUMAH SAKIT? KENAPA KAU MENYETIR LAMBAT SEKALI?” bentak Soohyun sambil terus memegangi perutnya dengan tangan kiri yang tadi dia gunakan untuk mencengkram pintu mobil.
“Bagaimana mungkin kita bisa cepat sampai kalau kau terus melakukan ini padaku? Aku tidak bisa melihat lurus kedepan.” kata youngbin yang berharap Sohyun akan melepaskan tangannya. Tapi hasilnya nihil, karena Soohyun tetap menjambak rambut youngbin dengan kuat karena kesakitan.
Setelah sekitar tiga puluh menit youngbin dan soohyun berjuang melewati jalanan Seoul dengan kesakitan mereka masing-masing, akhirnya mobil youngbin sampai di rumah sakit. Setelah seorang perawat membawa Soohyun ke ruang bersalin, youngbin langsung memeganggi rambunya yang seperti terlepas dari kepalanya. Tak berapa lama youngbin menghubungi keluarganya dan keluarga Soohyun, dia juga menghubungi member Super Junior dan SNSD.
Sekitar satu setengah jam setelah itu, semua orang yang youngbin hubungi sudah datang. Orang yang terakhir datang adalah hana, mantan kekasihnya yang sekarang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri. Meskipun awalnya sulit, tapi seiring berjalannya waktu hana bisa menerima kenyataan bahwa youngbin sudah menjadi milik Soohyun seutuhnya.
“Kau masak banyak sekali. Apa ini semua tidak terlalu banyak untuk kita berdua?” tanya Kyuhyun saat melihat makanan yang tertata rapi dihadapannya.
“Siapa bilang ini untuk kita? Aku sudah makan saat oppa mandi tadi pagi.” youngbin menatap Soohyun bingung. “Ini semua oppa yang akan makan” kata Soohyun yang berhasil membuat youngbin sangat kaget.
“Mwo??? Apa maksudmu aku yang harus makan semua ini?” tanya youngbin tidak percaya.
“Ini permintaan bayi kita oppa. Jadi kau harus melakukannya, aku janji ini yang pertama dan terakhir kalinya memintamu memakan makanan sebanyak ini.” kata Soohyun sambil tersenyum manis. Tapi youngbin masih tetap tidak percaya dengan apa yang harus dilakukannya sekarang.
Karena mendengar Soohyun yang terus merajuk, youngbin akhirnya menyerah dan mau memakan makanan yang ada di depan matanya. Tapi belum setengah makanan yang dia habiskan, youngbin sudah tidak sanggup untuk makan.
“Kenapa berhenti?” tanya Soohyun.
“Aku sudah tidak sanggup makan!!!” kata youngbin lemah.
Soohyun yang melihat Kyuhyun sudah tidak sanggup makan bukannya menolong malah tertawa melihat nampyeonnya itu terduduk lemah sambil memeganggi perutnya.
“Kenapa kau selalu menjadikan anak kita sebagai alasan untuk membuatku menjadi seperti ini Soo-ah? Sekarang aku benar-benar sulit mencerna makananku untuk masuk ke dalam perut.” youngbin mengatakannya dengan susah payah. Sementara soohyun masih tetap tertawa dengan keras.
Saat youngbin sudah kembali ke keadaan semula, dia bermaksud masuk ke dalam kamar untuk menelpon member Super Junior yang lain, tapi suara piring pecah mengagetkannya.
“Oppa, tolong aku. Perutku sakit sekali.” suara Soohyun yang kesakitan membuat youngbin langsung berlari menuju dapur untuk menghampiri Soohyun.
“Kau kenapa Soo?” tanya youngbin panik.
“Sepertinya aku akan melahirkan, perutku sakit sekali.” kata Soohyun sambil menggenggam tangan youngbin dengan keras.
youngbin yang panik langsung mengendong Soohyun menuju parkir mobil. Tapi youngbin baru sadar kalau dia tidak membawa kunci mobilnya. “Tunggu. Kunci mobil masih ada dikamar.” youngbin langsung kembali menuju kamar apartemennya dan mengambil kunci mobil yang tergeletak di ruang tamu masih dengan menggendong Soohyun yang sekarang menarik-narik bajunya.
“Cepat!!!” gertak Soohyun. youngbin setengah berlari untuk menuju mobil karena Soohyun yang terus berteriak.
Saat di dalam mobil, Soohyun menyalurkan kesakitannya pada apapun yang ada di sekitarnya. Tidak terkecuali dengan youngbin, Soohyun terus menjambak rambut youngin hingga membuat youngbin tidak bisa mengendalikan laju mobilnya.
“Aaaaahhhhhhhhhhhh…oppa….perutku sakit sekali…!!!!!!!!!!!!!” kata Soohyun sambil terus menjambak rambut youngbin sementara tangan kirinya menggenggam pintu mobil.
“Aku juga kesakitan karena kau terus menjambak rambutku, Soo!!!” kata youngbin dengan suara kesakitan sambil terus berusaha mengendalikan mobilnya.
“KAPAN KITA SAMPAI KE RUMAH SAKIT? KENAPA KAU MENYETIR LAMBAT SEKALI?” bentak Soohyun sambil terus memegangi perutnya dengan tangan kiri yang tadi dia gunakan untuk mencengkram pintu mobil.
“Bagaimana mungkin kita bisa cepat sampai kalau kau terus melakukan ini padaku? Aku tidak bisa melihat lurus kedepan.” kata youngbin yang berharap Sohyun akan melepaskan tangannya. Tapi hasilnya nihil, karena Soohyun tetap menjambak rambut youngbin dengan kuat karena kesakitan.
Setelah sekitar tiga puluh menit youngbin dan soohyun berjuang melewati jalanan Seoul dengan kesakitan mereka masing-masing, akhirnya mobil youngbin sampai di rumah sakit. Setelah seorang perawat membawa Soohyun ke ruang bersalin, youngbin langsung memeganggi rambunya yang seperti terlepas dari kepalanya. Tak berapa lama youngbin menghubungi keluarganya dan keluarga Soohyun, dia juga menghubungi member Super Junior dan SNSD.
Sekitar satu setengah jam setelah itu, semua orang yang youngbin hubungi sudah datang. Orang yang terakhir datang adalah hana, mantan kekasihnya yang sekarang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri. Meskipun awalnya sulit, tapi seiring berjalannya waktu hana bisa menerima kenyataan bahwa youngbin sudah menjadi milik Soohyun seutuhnya.
Flashback On
“Bolehkah
kita bicara sebentar?” tanya youngbin pada hana yang sedang berdiri di depan
ruang latihan SNSD. hana mengangguk.
“Ada apa? Sepertinya serius sekali.” kata hana penasaran.
“Waktu itu kau pernah bertanya siapa yang menemaniku saat kau pergi ke Jepang kan?” hana mengangguk. “Orang itu adalah soohyun.” hana kembali mengangguk.
“Lalu?” tanya hana tidak mengerti dengan arah pembicaraan youngbin.
“Sebenarnya aku ingin jujur padamu dari dulu. Tapi entah kenapa rasanya sangat sulit.” youngbin menarik nafasnya dalam. “Aku dan Soohyun sudah menikah beberapa bulan yang lalu.” hana tampak terkejut.
“A..A..Apa maksudmu oppa? Ini bukan april mop kan?” tanya hana memastikan youngbin tidak sedang bergurau.
youngbin menggeleng, “aku tidak bercanda. Aku dan Soohyun benar-benar sudah menikah. Maaf kalau selama ini aku tidak mengatakannya padamu.” youngbin menunduk.
“Lalu kenapa kau memintaku untuk menjadi kekasihmu kalau kau ternyata kau sudah punya istri? Dan istrimu adalah eonniku sendiri oppa!!!” hana mulai menangis. youngbin mengangkat kepalanya yang tadi menunduk, dia terkejut melihat hana menangis.
“Aku mohon jangan menangis untuk pria seperti aku. Aku tidak pantas kau tangisi.” youngbin kembali menunduk. “Maaf kalau ini sangat menyakitkan. Tapi bisakah kau melupakanku dan mencari pria lain? Dan bisakah kita tetap menjadi Oppa dan dongsaengnya seperti dulu?” lanjutnya. Bukannya menjawab hana justru pergi dan meninggalkan youngbin sendirian.
Waktu terus berjalan samapai akhirnya hana melihat perut Soohyun yang semakin membesar. Sedikit demi sedikit dia bisa memaafkan youngbin meskipun dia belum mau bicara dengan youngbin. Tapi dia tidak pernah marah pada Soohyun. Karena dia tahu bukan Soohyun yang salah. Tapi sekarang dia yakin kalau youngbin akan lebih baik bersama eonninya Soohyun dari pada bersamanya.
“Ada apa? Sepertinya serius sekali.” kata hana penasaran.
“Waktu itu kau pernah bertanya siapa yang menemaniku saat kau pergi ke Jepang kan?” hana mengangguk. “Orang itu adalah soohyun.” hana kembali mengangguk.
“Lalu?” tanya hana tidak mengerti dengan arah pembicaraan youngbin.
“Sebenarnya aku ingin jujur padamu dari dulu. Tapi entah kenapa rasanya sangat sulit.” youngbin menarik nafasnya dalam. “Aku dan Soohyun sudah menikah beberapa bulan yang lalu.” hana tampak terkejut.
“A..A..Apa maksudmu oppa? Ini bukan april mop kan?” tanya hana memastikan youngbin tidak sedang bergurau.
youngbin menggeleng, “aku tidak bercanda. Aku dan Soohyun benar-benar sudah menikah. Maaf kalau selama ini aku tidak mengatakannya padamu.” youngbin menunduk.
“Lalu kenapa kau memintaku untuk menjadi kekasihmu kalau kau ternyata kau sudah punya istri? Dan istrimu adalah eonniku sendiri oppa!!!” hana mulai menangis. youngbin mengangkat kepalanya yang tadi menunduk, dia terkejut melihat hana menangis.
“Aku mohon jangan menangis untuk pria seperti aku. Aku tidak pantas kau tangisi.” youngbin kembali menunduk. “Maaf kalau ini sangat menyakitkan. Tapi bisakah kau melupakanku dan mencari pria lain? Dan bisakah kita tetap menjadi Oppa dan dongsaengnya seperti dulu?” lanjutnya. Bukannya menjawab hana justru pergi dan meninggalkan youngbin sendirian.
Waktu terus berjalan samapai akhirnya hana melihat perut Soohyun yang semakin membesar. Sedikit demi sedikit dia bisa memaafkan youngbin meskipun dia belum mau bicara dengan youngbin. Tapi dia tidak pernah marah pada Soohyun. Karena dia tahu bukan Soohyun yang salah. Tapi sekarang dia yakin kalau youngbin akan lebih baik bersama eonninya Soohyun dari pada bersamanya.
Flashback
Off
Seorang dokter
keluar dari ruangan Soohyun sambil melepas maskernya. youngbin yang sudah tidak
sabar langsung menghampiri dokter paruh baya itu.
“Bagaimana, dok?”
“Semuanya berjalan dengan lancar.” kata dokter itu sambil tersenyum.
“Bagaimana, dok?”
“Semuanya berjalan dengan lancar.” kata dokter itu sambil tersenyum.
YOUNGBIN POV
Saat melihat
pintu ruangan dimana Soohyun berada terbuka, aku langsung menghampirinya.
“Bagaimana, dok?” tanyaku langsung.
“Semuanya berjalan dengan lancar.” kata dokter itu sambil tersenyum. “Anak anda perempuan, dia sedang dibersihkan. Mungkin anda ingin bertemu dengan ibunya dulu.” lanjutnya.
Aku langsung masuk ke dalam ruangan tanpa peduli apa ada orang yang ikut masuk denganku atau tidak.
“Hyunie!!!”
“Oppa!!!”
“Gomawo, kau sudah melahirkan anak kita.” kataku hampir menangis.
“Oppa, mianhe. Tadi aku menjambak rambutmu, pasti sekarang rasanya sangat sakit sekali.” katanya sambil memegang rambutku.
“Itu tidak seberapa dibandingkan dengan perjuanganmu untuk melahirkan anak kita.” kataku sambil mencium tangannya.
“Apa kalian tidak akan melihat anak kalian yang cantik ini?” suara Eommaku yang baru masuk langsung membuat kami melihat kearahnya yang sekarang sedang menggendong anak kami.
“Biar aku yang menggendongnya.” kataku lalu membawanya kedalam pelukan Soohyun.
“Berikan dia ASI untuk pertama kalinya, Soo!!!” kata eommanya.
Soohyun melihat ke arahku, “ada apa?” tanyaku bingung. “Apa kau akan tetap disini saat aku memberikan ASI?” tanya Soohyun yang langsung membuatku dan eomma kami tertawa. “Kenapa kau harus malu? Lagi pula nanti juga kau akan terbiasa melakukannya di hadapanku.” kataku santai.
Meskipun awalnya Soohyun tampak ragu-ragu, tapi akhirnya Soohyun memberikan ASI pertamanya untuk putri kami.
“Mau kalian beri nama siapa anak cantik ini?” tanya Eomma Soohyun.
“Bagaimana kalau kim younghyun? youngbin Soohyun.” Soohyun memberikan pendapatnya.
“Aku rasa itu nama yang bagus.” kataku dan diikuti oleh anggukan kepala oleh kedua eomma kami.
“Kalian tinggallah bertiga, kami akan keluar.” kata eomma Soohyun dan langsung meninggalkan ruangan bersama eommaku.
“Terima kasih sudah memberikan malaikan yang sangat cantik untukku. Sekarang aku memiliki dua malaikat dirumah. Dan aku akan menjadi yang paling tampan di rumah.” kataku sambil tersenyum jahil.
“Kau percaya diri sekali Kim youngbin!!!” kata Sooyoung tapi tetap tersenyum.
“Tapi kau suka, kan?!” kataku sambil menyentuh dagunya.
“Ih, mengerikan!!!!” umpat Soohyun yang membuatku tertawa.
“Jangan begitu nyonya kim.” goda youngbin lagi.
“Aneh.” Soohyun mencibir tapi tetap tersenyum. Tersenyum bahagia.
“Bagaimana, dok?” tanyaku langsung.
“Semuanya berjalan dengan lancar.” kata dokter itu sambil tersenyum. “Anak anda perempuan, dia sedang dibersihkan. Mungkin anda ingin bertemu dengan ibunya dulu.” lanjutnya.
Aku langsung masuk ke dalam ruangan tanpa peduli apa ada orang yang ikut masuk denganku atau tidak.
“Hyunie!!!”
“Oppa!!!”
“Gomawo, kau sudah melahirkan anak kita.” kataku hampir menangis.
“Oppa, mianhe. Tadi aku menjambak rambutmu, pasti sekarang rasanya sangat sakit sekali.” katanya sambil memegang rambutku.
“Itu tidak seberapa dibandingkan dengan perjuanganmu untuk melahirkan anak kita.” kataku sambil mencium tangannya.
“Apa kalian tidak akan melihat anak kalian yang cantik ini?” suara Eommaku yang baru masuk langsung membuat kami melihat kearahnya yang sekarang sedang menggendong anak kami.
“Biar aku yang menggendongnya.” kataku lalu membawanya kedalam pelukan Soohyun.
“Berikan dia ASI untuk pertama kalinya, Soo!!!” kata eommanya.
Soohyun melihat ke arahku, “ada apa?” tanyaku bingung. “Apa kau akan tetap disini saat aku memberikan ASI?” tanya Soohyun yang langsung membuatku dan eomma kami tertawa. “Kenapa kau harus malu? Lagi pula nanti juga kau akan terbiasa melakukannya di hadapanku.” kataku santai.
Meskipun awalnya Soohyun tampak ragu-ragu, tapi akhirnya Soohyun memberikan ASI pertamanya untuk putri kami.
“Mau kalian beri nama siapa anak cantik ini?” tanya Eomma Soohyun.
“Bagaimana kalau kim younghyun? youngbin Soohyun.” Soohyun memberikan pendapatnya.
“Aku rasa itu nama yang bagus.” kataku dan diikuti oleh anggukan kepala oleh kedua eomma kami.
“Kalian tinggallah bertiga, kami akan keluar.” kata eomma Soohyun dan langsung meninggalkan ruangan bersama eommaku.
“Terima kasih sudah memberikan malaikan yang sangat cantik untukku. Sekarang aku memiliki dua malaikat dirumah. Dan aku akan menjadi yang paling tampan di rumah.” kataku sambil tersenyum jahil.
“Kau percaya diri sekali Kim youngbin!!!” kata Sooyoung tapi tetap tersenyum.
“Tapi kau suka, kan?!” kataku sambil menyentuh dagunya.
“Ih, mengerikan!!!!” umpat Soohyun yang membuatku tertawa.
“Jangan begitu nyonya kim.” goda youngbin lagi.
“Aneh.” Soohyun mencibir tapi tetap tersenyum. Tersenyum bahagia.
————————————————————————————————————————————–
Sekarang aku
benar-benar yakin kalau Soohyun adalah takdirku, dia memberiku lebih dari apa
yang aku inginkan. Terima kasih kau sudah hadir dihidupku. Aku akan mencintaimu
selamanya sampai ragaku tidak ada lagi di dunia ini.
-KIM
YOUNGBIN-
Kau
membuatku menjadi wanita seutuhnya sekarang. Memiliki cintamu dan memiliki anak
yang cantik darimu. Terima kasih Kyuhyun oppa, kau membuatku benar-benar jatuh
cinta padamu. Aku ingin kita seperti ini selamanya sampai kita menutup mata
kita nanti.
-CHO SOOHYUN-
Thanks bagi yang mau baca dan doain autor mian kalo cerita nya ga bagus hehe... nanti autor
akan buat ff yang main cast nya sama doain autor terusdan tetap baca yah ff autor bay....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar